Cemilan Berbahan Dasar sagu & sayuran Manarik Perhatian Peminat.

 

Mengisi waktu luang di rumah saat situasih Pembatasan sosial ini, salah satu wanita muda di kampung mulai melakukan kreatifitas untuk mengisi waktu libur di rumah.

Mariche Kromsian S.Pi, panggilan hari-harinya Iche salah satu dari warga masyarakat Tablasupa dalam mengisi waktu dirumah ia mencoba mewujudkan kreatifitasnya dengan mengolah bahan lokal sagu dan Sayuran menjadi Cemilan yang mulai diminati warga,secara khusus anak-anak di kampung.

Cemilan “Telur Gabus” atau STIK TELUR GABUS terdiri dari 4 rasa masing-masing ada rasa keju,rasa kentang,rasa labu kuning,rasa ubi jalar semua bahan yang di gunakannya diambil dari kampung sendiri.

Selain itu juga Iche Membuat Keripik Bayam gurih yang merupakan pelengkap makanan sehari-hari, para peminat yang mulai tertarik dengan keripik berbahan dasar lokal ini mulai memesan untuk dibeli.

Saat di temui iche menyampaikan bahwa Ketrampilan ini sengaja saja didorong untuk mengisi waktu libur selama masa pembatasan sosial, lanjut iche dengan adanya pembatasan sosial anak-anak dikampung tidak melakukan proses belajar lagi, sehingga kebutuhan belanja cemilan makin bertambah, kebanyakan cemilan yang dicicipinya banyak mengandung bahan kimia yang sudah dikemas, kadang juga tersimpan selama berbulan-bulan.

Disinggung cara penjualannya, iche menjelaskan bahwa saat ini banyak anak-anak yang menggunakan media sosial sehingga penjualannya sering lewat media sosial ada juga yang datang langsung membelinya di rumah, untuk pembeli yang memesan dalam jumlah banyak, biasa dipesan lebih awal untuk diantar.

Omset dari hasil penjualan Cemilan ini cukup lumayan untuk belanja kebutuhan lainnya, harga penjualan juga menurut Iche disesuaikan dengan kondisi yang ada, semua sudah tercantum di stiker bungkusan cemilan,cara pemesanan bisa ikuti di stiker pada kemasan atau menghubungi no kontak 08124897152.

Harapan saya semoga kreatifitas sederhana ini dapat mengisi kebutuhan warga saat ini, walaupun baru saja memulainya, tetapi dari pengalaman ini saya ingin mengajak anak-anak muda di kampung-kampung untuk melahirkan ide-ide briliannya dengan kreatifitas-kreatifitas di masyarakat yang membantu masyarakat kampung sendiri, saat ini kita tau bersama bahwa bahaya covid 19 telah mengusik ruang gerak masyarakat kita, sehingga sulit untuk beraktifitas, untuk itu kita semua yang punya SDA sudah saatnya berpikir untuk mengolahnya,tanpa harus tunggu orang lain, tuturnya.  ( @dmin )

About Admin 41 Articles
Pengelola Weeb Tablasupa

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*